Friday, July 6, 2007

Menanti Awal Pendakian

Ada apa denganmu?

Ada apa dengan langkahmu?

Bukankah ini yang kau inginkan?

Bukankah ini yang kau impikan?

 

Berbulan – bulan dirimu menari di atas duri yang tajam

Kini sudah saatnya kau melenggok mesra di atas permadani

Beriuhkan senyum dan tepuk tangan

Dan pastikan suara kelam itu hilang

 

Beberapa hari lagi malaikatku

Beberapa hari lagi...

Karena itu bantu aku terbang dengan sayapmu

Sembari meneduhkan diri di istana awan

 

Beberapa hari lagi impianku

Beberapa hari lagi...

Karena itu tunggulah aku

Aku baru bersiap dengan ransel dan tas sepatuku


Wednesday, July 4, 2007

Champion 99

Selama nafas masih berhembus

Selama kaki masih berlari

Selama bola masih bergulir

Aku akan mengubah dunia

(Alang Nemo)

 

Masih jelas dalam ingatan kita pada final Liga Champion tahun 1999 antara Bayern Munchen dan Manchester United yang berkesudahan 2-1 untuk Setan Merah MU. Bagi yang menyimak pertandingan ini pastinya akan bertanya – tanya, “Kok bisa ya?”. Ya, 2 gol yang dilesakkan striker pengganti, Ole Gunnar Solksjare dan Teddy Sheringham pada 90+ membuyarkan harapan FC Hollywood untuk mengangkat trofi kebanggan klub – klub benua biru tersebut.

 

Saya sendiri yang saat itu masih berusia 13 tahun belum sempat ”mengedipkan pandangan” ketika Baby Face, julukan Solksjaer membuat gol yang kedua di masa injury time bagi MU. ”Anjrit, gol lagi!.” Luar biasa, that’s amazing and unbelieveble! Ini adalah pertandingan yang tidak akan pernah dilupakan. Dua menit, dua gol dan dalam masa injury time!

 

Pertandingan sepakbola ibarat perjalanan dari kehidupan seseorang. Menegangkan dalam setiap detiknya. Jalan hidup seseorang berbeda – beda. Ada yang menganggap hidupnya biasa – biasa saja, membosankan, penuh kegagalan dan akhirnya frustasi di seikat tali jemuran, bermewah – mewah karena warisan orang tuanya dan dramatis berakhir senyuman seperti anak – anak Old Trafford. Ini semua adalah pilihan kawan. Kita sebagai manusia tinggal memilih mana jalur pendakian yang akan kita tempuh. Mau jalur A, B, C atau D? Those are  your choices.

 

Orang yang bijak pasti akan memilih jalur yang terakhir. Kehidupan yang penuh liku, namun akan berujung kebahagiaan. Orang – orang sukses biasanya mengalami kehidupan seperti itu. Siapa yang tak kenal Rasul kita, Muhammad SAW? Atau para penemu ulung seperti Thomas Alva Edison? Atau sang sastrawan modern Indonesia yang patut dianugerahi nobel atas karya – karyanya seperti Bumi dan Manusia, Pramoedya Ananta Noer? Hidup mereka dramatis. Caci maki, jatuh bangun dari kegagalan serta kerja keras akhirnya berbuah manis.

 

Ya, hidup adalah perjuangan. Dewa 19 juga melantunkannya. Selama jantung ini masih berdetak kita masih berhak memperjuangkan impian kita. Toh tidak ada yang melarang. Mungkin yang ada hanya kata – kata negatif yang akan bersarang di telinga kita. Pendiri Teh Botol Sosro pernah merasakannya, begitu juga dengan sang juragan Ayam Bakar Wong Solo, Puspo Wardoyo.

 

Kita adalah pembuat skenario sekaligus sutradara yang menggerakkan film kehidupan kita. Sukses dan kegagalan ada di tangan kita. Kemenangan dan kekalahan adalah yang buat diri kita sendiri. Sudah siap dengan draft – draft skenario kehidupan yang akan kita jalani? Jika sudah, kini tinggal berteriak untuk mengambil scene yang pertama tanda film kehidupan kita dibuat, ”Kameraaa... , ACTION!

 

 

Sunday, July 1, 2007

Aku Seorang Muslim!

Ada yang sudah nonton Ice Age 2 ? Ya, kalau yang sudah menontonnya pasti kenal dengan Manny dan Alley, 2 ekor mamoth yang menjadi tokoh utama dalam film tersebut.

 

Dikisahkan 3 sahabat yang hidup pada zaman es Manny, Diego dan Sid. Manny seekor mamoth, Diego seekor harimau dan Sid adalah platypus. Es akan mencair pada saat itu sehingga mereka bersama hewan lainnya harus pergi ke tempat lain. Didalam perjalanan Manny, Diego dan Sid bertemu Alley dan 2 sahabatnya 2 ekor lemur. Manny yang mengira hanya tinggal dia mamoth yang masih hidup sangat gembira bertemu Alley, apalagi Alley seekor mamoth betina. Namun ternyata Alley tidak mengakui dia seekor mamoth, dia mengaku seekor lemur. Saya seekor lemur! begitu kata Alley dan itu dikuatkan oleh 2 temannya yang juga lemur.

 

Pada suatu malam Alley berjalan di sebuah hutan dan teringat pada sebuah pohon yang ternyata mengingatkan masa lalunya. Sementara Manny mengikutinya dari belakang. Dalam ingatannya dikisahkan Alley kecil berjalan sendiri dalam badai salju yang sangat dingin, kemudian dia berteduh pada pohon tersebut dan beristirahat. Kemudian Alley bertemu seekor lemur dan lemur tersebut mempunyai 2 ekor anak. Akhirnya seharĂ­ – hari Alley bergaul dengan lemur dan beraktivitas layaknya lemur. Setelah mengingat masa lalunya Alley sadar dan ketika ingin beranjak pergi dari hutan tersebut melihat bekas telapak kaki Manny dan bekas telapak kakinya sendiri yang berukuran sama. Sejak saat itu Alley telah menyadari dirinya bukan lemur, dia adalah mamoth.

 

Berbicara mengenai jati diri pastinya tidak terlepas dari pencitraan diri atau positioning diri. Kedua hal ini saling terkait satu sama lain. Jika kita tahu siapa diri kita maka otomatis kita punya positioning diri kita sebenarnya. Hal yang mudah ntuk mengetahui jati diri kita adalah menjawab tiga pertanyaan penting dalam hidup ini :

 

Pertama adalah siapa diri kita? Mudahnya kita adalah manusia. Namun, jawabannya tidak sesederhana itu. Dalam surat Adz Zariyaat ayat 56 jelas sekali maknanya bahwa kita adalah manusia yang diciptakan Allah hanya untuk beribadah. Dan tentunya ibadah yang benar adalah ibadah yang dalam kerangka dinul islam. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (Adz Zariyaat : 56). Kedua adalah dari mana asal kita? Kita bisa mengetahuinya jika menilik kembali penciptaan manusia pertama yaitu Nabi Adam. Dan yang terakhir adalah mau kemana kita? Sebenarnya mau kemana manusia ini? Setelah alam dunia, perjalanan manusia masih akan berlanjut ke alam kubur dan kemudian akan berakhir di akhirat (surga atau neraka). Jadi jelaslah perjalanan manusia ini dengan mengetahui jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut.

 

Setelah kita memahami benar siapa, dari mana dan mau kemana diri kita, kita akan punya citra diri yang ini tidak bisa dibeli oleh apapun. Karena orang – orang mukmin telah melakukan jual beli dengan Allah sebelumnya. Sesungguhnya Allah membeli dari orang – orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al – Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepatinya janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan demikian itulah kemenangan yang agung (At Taubah : 111).

 

Aku adalah seorang muslim. Begitu seperti judul diatas. Itulah jati diri kita sebenarnya seperti Alley yang menyadari bahwa ternyata dia adalah seekor mammoth dalam cerita Ice Age 2. Sebagai tindak lanjutnya adalah implementasi sikap kita dalam kehidupan sehari – hari yang mencitrakan diri seorang muslim. Al – Qur’an adalah petunjuk hidup bagi seorang muslim ditambah sunnah Rasul yang menjadikan citra diri kita adalah sebuah akhlak yang mencerminkan apa yang terkandung dalam Al – Qur’an dan sunnah Rasul.

 

Ada pepatah bilang bahwa you are what you read. Kamu adalah apa yang kamu baca. Citra diri kita akan terlihat jika berpegang pada “suatu dasar” yang mencirikan hidup kita. Citra seorang muslim berbeda dengan orang lain dan itu pasti. Oleh karena itu tunjukkanlah bahwa kita seorang muslim. Show that you are mouslem!

 

 

Tulisan ini pernah lolos tahap seleksi pertama Lomba Artikel Auladi Parenting Magazine bulan Maret 2007

 

 

Friday, June 29, 2007

Cinta

Pagi kau sapa alam

Hangat kau selimutkan karya – Nya

Bagai bunda,

Seperti  bidadari

 

Itu bukan Cinta

Ketika tanpa sapa

Ketika tanpa hangat

 

Lamunku berontakku

Seakan deja – vu

Seakan melihat kita yang dulu

Dalam tangisan menuju kemenangan

 

Aku ingin Cinta

Kembali

 

Aku ingin Cinta

Menggali tanpa menginjak

 

Aku ingin Cinta

Tertawa

Tersenyum

Bersama

 

Untuk kita, untuk Cinta


Wednesday, June 27, 2007

Tentang Janji

Ku berdiri, melihat senja...

Ku berlari, mengejar asa...

Namun ku terdiam, seakan aku tumpukan sampah

Menggrogoti tubuhku yang kian rapuh

Menindas cita, merubuhkan cinta

 

Kenapa tak kuceburkan saja dalam sumur yang dalam

Agar tak kembali mengisi keborokan ini

 

Aku teringat masa itu...

Oaa... oaa... oaa... aku ditimang

Terdengar lantunan indah menandai kehidupan

 

Aku teringat masa itu...

Alif ba ta ku eja

Sajadah kuhamparkan

Kedua tanganku ku tengadahkan

Menangis dalam sujud menikmati kesunyian

 

Aku teringat masa itu...

Dan ingin kembali

Dan ingin menata lagi

Dan ingin kuhancurkan borok - borok ini

Dan ingin berlari ditengah hujan menyibakkan syahadah...

 

Aku ingin membelanya...

 

(puisi lama yang mengingatkanku untuk bergerak kembali)


Di Tengah Keramaian

Banyak orang – orang berbicara sekitarku

Mereka terlihat akrab dan mesra

Aku hanya memandang

Kemudian menulis

 

”Selamat ya”

Itu yang kudengar

Hanya itu

Aku tak tahu kepada siapa kata – kata itu diucapkan

Aku kembali menulis

 

Suara anjing di luar sangat ribut

Mengalahkan deburan ombak yang kemarin aku lihat

Membuatku kadang gelisah

Atau mengomel

Buh...

Namun sesaat

Aku kembali menulis

 

Potluck, 19

260607


Sunday, June 24, 2007

Alang Nemo

aku ilalang yang tumbuh bebas di alam

tumbuh dari Salabintana sampai Mandalawangi

menemani mereka para pendaki

berbagi cerita tentang anak - anak jalanan yang mengais receh demi receh

 

aku berbeda dengan dirimu

yang penuh dengan keteraturan

atau garis - garis linier pada kertas putih itu

 

jalanan dan alam duniaku

disanalah aku hidup

tanpa rumah,

yang ada hanya langgar kecil tempat kami istirahat

 

aku ingin dinamis

bergerak dari satu lembah ke lembah lain

atau mengarungi satu samudera ke samudera lain

menyapa alam yang indah

bertengger di puncak para dewa