Thursday, December 29, 2011
Dunia
Tertawa terbahak-bahak
Mereka bersamaku
Aku bersamanya
Namanya Fara, Dila, dan Sopia
Mereka punya cita-cita
Untuk mengelilingi dunia
Hahaha aku tertawa
Baiklah kalau begitu: mari kita lakukan.
(23 Januari 2011, teringat anak-anak yang lucu dan cerdas di Rumah Mentari)
Metamorfosis Cinta
Cinta tanpa pernah meminta balas
Hari kemarin aku belajar cinta
Cinta yang penuh emosi kegelisahan
Hari ini aku belajar cinta
Cinta tulus dari sang bunda
Hari kemarin aku belajar cinta
Cinta yang manipulatif
Hari ini aku belajar cinta
Yaitu cinta tak bersyarat
(5 Januari 2011, teringat kuliah sore yang luar biasa bersama Kang Tauhid Nur Azhar)
Monday, April 11, 2011
so what now?
tahukah kau, aku ingin menatapmu malam itu
tahukah kau, air mataku jatuh saat kau tertidur di sampingku
namun, aku palingkan wajah ini ke jendela
menatap gelap malam dan jingga cahaya
tahukah kau, bayanganmu terlalu mendominasi pikiranku
tahukah kau, kadang aku lelah dan ingin berhenti saja
sebab jalan ini seperti mencandaiku
menguji dadaku yang sesak dan rapuh
so what now?
i don't know
i never know
[Ya Allah, semoga Engkau mengampuniku]
Wednesday, January 26, 2011
Kebebasan
Kemudian bahagia saling pandang
Tertawa kesenangan
Ah aku baru semester depan
Semester depan cepatlah datang
Agar sejenak mereguk kebebasan
Kebebasan dan petualangan
Aku ingin petualangan
Bersamamu putri khayangan
Bersamamu cahaya impian
Aku ingin kamu
Aku ingin bersamamu
Saturday, December 27, 2008
masa lalu (sebuah puisi)
kenapa kau pikirkan kembali?
ah, tidak kawan
aku hanya mengenangnya,
sesaat
itu takdirku
itu masa depanku
dan tlah kutemukan
bidadariku
ya
bukankah disana kau tlah temukan bidadarimu?
yang akan menemanimu
membangun rumah,
rumah impian kawan
ah benar juga kau
kenapa kupikirkan masa lalu
kenapa juga harus kulihat foto-foto itu
tapi,
terima kasih masa lalu
terima kasih teman-temanku,
yang dulu
kini aku
membangun rumahku
bersama bidadariku
membangun tawa
bersama anak-anakku
itu takdirku
itu masa depanku
dan tlah kutemukan
bidadariku
(meninggalkan yang lalu, menatap ke depan: 2008 ujung)
Thursday, December 18, 2008
almamater di ruang sidang
Tuesday, May 27, 2008
menghapus bayangan
menghamburkan segala hal tentang kita
menanggalkan kewarasanku
melucuti akal pikirku
aku tak mau
dan memang jiwaku memerintahkan ini
mulutku juga terus berkomat-kamit:
pergi sana!
suatu malam yang tidak terlalu malam, 08
Monday, April 28, 2008
langkah-langkah sunyi
Friday, February 22, 2008
Istirahat Sejenak
meluangkan waktu dengan nikmat
melepas rasa penat
aku ingin bermain bersama anak-anakku
berbagi tawa
berbagi canda
aku ingin bermain bersama wanitaku
berbagi cerita
berbagi asa
(Melepaskan Kepenatan Malam, 2008)
Monday, February 11, 2008
Now I Walk Into The Wild
sementara wajahku mulai lebat ditumbuhi jambang
aku terus berjalan
meninggalkan keramaian
untuk sebuah ketentraman
aku membaca karangan karangan
berulang ulang
sampai memenuhi angan angan
dunia ini terlalu busuk
penuh konspirasi dan kebohongan
aku terus berjalan
dalam kekerasan, kebuasan
untuk sebuah kedamaian
~untuk Alexander Supertramp
(baca juga Kisah Tragis Petualang Super di blog ini)
Tuesday, September 25, 2007
malam 83 tahun
buuzzhhh…
malaikat turun dari langit
memberi salam
bagi orang beriman,
yang berjuang,
menerjang melintasi awan
demi sebuah kemenangan
kemenangan itu nyata, 2007
futuh
mereka berteriak di Badar
menang
lalu menggali Khandak
menang
lalu futuh Mekah
Ramadhan menang
lalu kapan?
futuh
untuk para mujahid – mujahid dakwah, 2007
Saturday, September 15, 2007
Ramadhan Membisu
hingga saatnya datang sebuah kabar,
tak terduga. dan ramadhan kali ini hampa, tanpanya.
Sunday, September 9, 2007
Tawa Itu Sebentar
kita tertawa
esoknya
kau tiada
sebuah duka untuk seorang kawan yang baru kukenal
bandung - 070907
Wednesday, August 29, 2007
Perenungan
Sementara mereka larut berhambur rupiah
Kami gelarkan sajadah mengisi redupnya bulan
Saat almanak berganti
Sebuah Perasaan
Aku ingin mencintaimu
Dengan ego dan kepuasanku
Lewat emosiku
Agar kau tak sepertiku
Lapar & Bahagia
Teringat perempuan itu
Lusuh... dengan pakaian seadanya
Terlihat lapar sekali
Bak anak kucing yang mengeong di tengah hujan
Ibu... Ibu...
Ini Ibu, hasil ngamen Alin
Terlihat gembira sekali
Bagaikan ayam kecil yang menemukan anai – anai
Saturday, August 25, 2007
Malam Kelam
Udara sore sejuk bagaikan desiran angin malam
Yang membuatku tertunduk pilu menangisi kelam
Merambat – rambat perlahan
Diakhiri sebuah teriakan
Malam pun menjelang
Anak – anak masih berlarian asyiknya di halaman
Sementara sang Ibu menunggu dengan senyuman
Mari sini Nak... kita makan
Sambil menunggu Ayah pulang
Wahai bulan
Aku lelaki malang
Tertelan kekerasan hitam
Berdiri tegak dihadapan pasukan bersenapan
menunggu kematian
Kemudian terdengar letusan
Tuesday, August 21, 2007
Sebuah Perpisahan
Akhirnya saat yang dinanti telah tiba
Dimana Aku dan Kau akan berjalan sendiri
Menempuh jalur yang berbeda pada suatu pendakian
Senja sore mengisahkan ini
Tentang perjalanan kita
Merajut mimpi – mimpi
Menggapai puncak kabut berduri